CARA AMAN MENYUSUI SAAT PUASA | TIPS BERPUASA UNTUK IBU MENYUSUI
Bulan suci Ramadhan adalah bulan wajib berpuasa bagi umat Islam. Banyak sekali ibu yang bertanya-tanya soal cara puasa ibu menyusui di bulan Ramadhan. Di dalam agama sendiri dikatakan bahwa ibu menyusui dibebaskan untuk memilih, apakah ia akan berpuasa atau tidak. Jadi, adakah dampak terhadap menyusui jika sang ibu berpuasa? Bagaimana cara puasa ibu menyusui yang aman bagi sang ibu dan bayi?
- Faktor terpenting yang menjadi pertimbangan adalah usia sang anak sendiri. Ibu yang mempunyai bayi baru yang bergantung sepenuhnya pada ASI, tentunya berbeda jika sang bayi sudah berumur 6 bulan ke atas yang selain ASI, juga sudah mendapat nutrisi dari makanan pendamping ASI. Untuk newborn, mungkin perlu dipertimbangkan opsi dengan menambahkan susu formula. Sedangkan untuk bayi yang sudah memulai MP-ASI, menambahkan variasi dalam menu makanannya setiap hari adalah solusi terbaik.
- Studi mengatakan bahwa pengurangan kuantitas ASI bukan disebabkan oleh tidak makannya sang ibu saat berpuasa, melainkan dehidrasi karena kurangnya cairan yang masuk. Untuk mengatasi hal ini, maka puasa ibu menyusui harus disertai oleh konsumsi lebih banyak cairan dari ukuran orang lain yang berpuasa. Sang ibu perlu minum air putih sepanjang malam, sedikitnya 8-12 gelas ditambah dengan susu, teh manis dan jus buah pada saat berbuka puasa.
- Sedangkan untuk kualitas ASI, menurut hasil penelitian Dr. Zimmerman dalam bukunya “Effect of the 24+ Hour Fast on Breast Milk Composition”, meskipun kuantitas ASI sang ibu tidak berkurang, ada perubahan komposisi yang signifikan dalam susu yaitu turunnya kadar zinc, magnesium dan potasium. Sehingga konsumsi makanan yang mengandung ketiga zat ini perlu diperbanyak. Selain itu, ibu menyusui perlu tambahan kalori dari makanan sebanyak 400-500 kalori setiap harinya. Jika asupan kalori lebih rendah dari kalori yang terpakai saat menyusui, maka sang ibu akan mulai turun berat badan. Konsultasikanlah ke dokter jika hal ini terjadi, kemungkinan besar sang ibu kekurangan nutrisi dan harus memperbaiki dietnya agar lebih seimbang.
- Bayi dalam masa ASI ekslusif akan lebih cepat merasa lapar. Bukan karena kekurangan susu, melainkan berkurangnya kadar lemak di dalam ASI. Hal ini menyebabkan frekuensi menyusui menjadi lebih sering.
- Pada umumnya, bayi tidak kekurangan ASI pada saat ibunya berpuasa asalkan sang ibu mengikuti pola diet yang sehat dan seimbang. Ciri-ciri bayi yang kekurangan ASI antara lain:
- Berkurangnya buang air kecil dan BAB. Bayi yang baru lahir biasanya buang air 8-10 kali sehari.
- Pup yang berwarna kehijauan.
- Bayi sangat rewel dan terus menangis.
- Turun berat badan atau berat badan tidak bertambah.
Puasa adalah besar pahalanya. Tidak ada salahnya jika sang ibu ingin menjalankannya sembari menyusui. Jika masih ragu, konsultasikanlah ke dokter anak atau klinik laktasi untuk cara puasa ibu menyusui yang benar sebelum memulai, agar puasa dan menyusui di bulan Ramadhan berjalan dengan lancar.
Maksimalkan kesehatan dan stamina Anda di bulan puasa sambil menyusui dengan
>>KLIK DI SINI<< untuk petunjuk cara puasa dengan Herbalife.
>>KLIK DI SINI<< untuk melihat daftar produk Herbalife lainnya!
Hubungi konsultan Herbalife Anda di tipsdietcepat@yahoo.com atau chat melalui YM dan Whatsapp +6285888359931 untuk info lebih lanjut mengenai program Herbalife yang cocok untuk Anda dan pemesanan dengan gratis ongkos kirim!












